Cintailah
by stay4liv
Adalah sesuatu yang menyakitkan ketika kita mencintai seseorang, namun ia tak pernah membalasnya, tetapi yang lebih menyakitkan adalah ketika kita mencintai seseorang sedangkan kita tidak pernah dapat menemukan keberanian untuk mengungkapkan perasaan kita padanya.
Sebuah hal yang menyedihkan dalam hidup ketika kita bertemu dengan seseorang, yang sangat berarti bagi kita, hanya untuk mengetahui pada akhirnya seseorang tersebut tidak ditakdirkan untuk bersama kita, sehingga kita harus dengan berat hati membiarkannya pergi dan berlalu.
Teman terbaik adalah teman dimana ketika kita duduk bersama disebuah ayunan, tanpa ada ucapan sekatapun, dan ketika harus berpisah dengannnya, terasa seolah hal tersebut merupakan percakapan paling menyenangkan yang pernah dilakukan bersama.
Adalah benar bahwa kita takkan pernah tahu apa yang telah kita dapatkan hingga kita kehilangannya. Tetapi adalah benar juga, ketika kita tidak tahu apa yang telah hilang hingga hal tersebut menghampiri kita.
Impikan saja apa yang ingin kita impikan, pergi saja kemanapun kita ingin pergi, jadilah sebagai sosok yang kita inginkan, karena kita hanya memiliki satu buah kehidupan dan satu buah kesempatan untuk dapat melakukan semua hal yang kita inginkan.
Letakkan diri kita sebagai layaknya orang lain, jika kita merasa hal yang kita lakukan akan menyakiti diri kita, hal tersebut mungkin akan menyakiti yang lain pula.
Kata-kata yang terucap tanpa perhitungan mungkin akan menyulut perselisihan, perkataan yang kejam dapat menghancur-kan kehidupan, sebuah kata yang tak tepat mungkin juga mampu menambah beban batin seseorang, dan… sebuah kata yang penuh cinta kasih mungkin dapat menyembuhkan dan memberikan berkah.
Orang yang paling bahagia adalah orang yang tidak merasa selalu membutuhkan semua hal terbaik, mereka hanya berfikir bagaimana menciptakan semua hal menjadi terbaik bagi mereka, yang berlalu dalam hidupnya.
Cinta dimulai dengan sebuah senyum dan berakhir dengan air mata. Ketika kita dilahirkan, kita adalah orang yang menangis, sementara orang-orang disekeliling kita tersenyum bahagia.Ketika kita menanggalkan hidup, maka kita adalah pihak yang tersenyum begitu bahagia… sementara orang disekeliling kita menangis.
Tampilkan postingan dengan label my inspiration. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label my inspiration. Tampilkan semua postingan
Minggu, 01 November 2009
Kamis, 29 Oktober 2009
Berjumpa Cinta Di Mana-Mana
Berjumpa Cinta Di Mana-Mana by Gede Prama
Cerita manusia adalah cerita derita, demikian bisik seorang kawan. Di Pakistan, belum lama Bhenazir Bhutto menginjakkan kaki di tanah kelahirannya, lehernya sudah ditembus peluru sampai tewas. Di Kamboja, pendeta Buddha berkelahi dengan polisi. Amerika Serikat yang menjadi tauladan dunia menjadi penghalang kesepakatan untuk mengurangi dampak pemanasan global. Gempa, tsunami, kelaparan, mengunjungi semua pojokan bumi.
Di negeri ini serupa. Banyak pemilihan kepala daerah berakhir rusuh. Kekerasan di kalangan remaja amat mengkhawatirkan. Di Bali, kadang kekerasan muncul bahkan ketika upacara dilaksanakan.
Membaca tanda-tanda seperti ini, ada yang mengeluh, bila demikian bukankah hidup manusia sama dengan neraka? Entahlah, yang jelas wajah kehidupan yang terlihat tergantung pada siapa diri kita di dalam. Bila di dalamnya cinta, manusia berjumpa cinta di mana-mana. Jika di dalamnya kebencian, manusia menemukan kebencian di mana-mana.
Membangun rumah cinta
Dilihat dari segi bahan, manusia berbahankan cinta. 0rang tua berpelukan penuh cinta ketika manusia dibikin. Disusui Ibu penuh dengan pelukan cinta. Banyak ayah yang tidak jadi memasukkan makanan ke mulut, hanya karena mau berbagi cinta dengan anak. Makanan dan minuman manusia datang dari alam yang berlimpah cinta. Ada yang mengandaikan kehidupan sebagai hujan cinta yang tidak pernah berhenti. Cuman sebagian memayungi dirinya dengan keangkuhan, sehingga badannya kering dari hujan cinta. Dengah bahan seperti itu, bila outputnya kebencian, mungkin kita perlu merenungkan prosesnya.
Perilaku kehidupan serupa matahari. Bila sudah waktunya terbit, ia terbit. Jika saatnya terbenam, ia terbenam. Dan di dalam pikiran yang dipenuhi rasa cinta, matahari akan disebut menerangi, memberi energi. Dalam pikiran yang penuh keluhan, ia diberi judul panas, sumber kekeringan, awal paceklik.
Berdiri di atas kesadaran seperti inilah kemudian banyak guru sepakat, fondasi awal membangun rumah cinta adalah pikiran yang terawasi secara rapi. Ketika senang diawasi, tatkala sedih juga diawasi. Persoalan dengan banyak manusia, terlalu melekat dengan hal-hal yang menyenangkan, menolak yang menjengkelkan, bosan dengan hal-hal biasa. Karena yang menyenangkan berpasangan dengan hal-hal yang menjengkelkan (seperti malam berpasangan dengan siang), maka berputarlah kehidupan dalam siklus tanpa akhir: senang, sedih, bosan dan seterusnya. Inilah awal dari banyak kelelahan emosi.
Sadar dengan akibat kelelahan inilah, kemudian sejumlah orang mengakhiri siklus terakhir hanya dengan mengamatinya. Being a compassionate witness, demikian saran seorang penulis meditasi. Lihat emosi dan pikiran yang naik turun seperti seorang nenek penuh cinta sedang melihat cucu-cucunya berlari ke sana ke mari. Semuanya sudah, sedang dan akan baik-baik saja. Atau lihat keseharian yang digerakkan senang, sedih, bosan seperti melihat aliran air di sungai. Kesenangan mengalir berlalu, kesedihan mengalir berlalu.
Di atas siklus yang terawasi rapi ini, kemudian dibangun tiang-tiang keseharian yang banyak membantu. ‘Bila tidak bisa membantu cukup jangan menyakiti’, demikian pesan sejuk seorang Lama. Atap rumah cinta kemudian bernama kaya karena rasa berkecukupan. Dalam bahasa seorang bapak yang amat mencintai anaknya: ‘dalam rasa berkecukupanlah letak kekayaan teragung’. Sebagai hasilnya, terbangunlah rumah-rumah cinta yang sejuk dan teduh.
Agar rumahnya tidak pengap, ia memerlukan pintu dan jendela. Pintunya bernama deep listening. Jendelanya berupa loving speech. Sebagaimana sudah menjadi rahasia banyak terapis, kesediaan untuk mendengarkan adalah sebuah penyegar banyak kepengapan jiwa di zaman ini. Tidak sedikit pasien yang sudah mendapatkan sebagian penyembuhan hanya dengan didengarkan. Dan bila harus berbicara, berbicaralah dengan bahasa-bahasa cinta.
Seorang sahabat dengan kata-kata yang berkarisma, pernah ditanya kenapa kata-katanya demikian berkarisma. Dengan tangkas ia menjawab, gunakan kata-kata hanya untuk membantu bukan untuk menyakiti. Kombinasi antara kesediaan mendengar dengan kata-kata yang penuh cinta inilah yang membuat rumah cinta dipenuhi udara segar.
Meminjam hasil kontemplasi orang suci, bila ada waktu merenung renungkanlah kekurangan-kekurangan Anda. Jika ada waktu berbicara bicarakanlah kelebihan-kelebihan orang lain. Mendengar penjelasan seperti ini, ada yang bertanya, kalau demikian apa itu cinta?. The Book of Mirdad menulis: ‘cintamu adalah dirimu yang sesungguhnya’. Dengan kata lain, di luar cinta adalah kepalsuan-kepalsuan. Laksanakan cinta, kemudian lihat bagaimana ia membuka keindahan dirinya. Kata-kata hanya penghalang pemahaman
Cerita manusia adalah cerita derita, demikian bisik seorang kawan. Di Pakistan, belum lama Bhenazir Bhutto menginjakkan kaki di tanah kelahirannya, lehernya sudah ditembus peluru sampai tewas. Di Kamboja, pendeta Buddha berkelahi dengan polisi. Amerika Serikat yang menjadi tauladan dunia menjadi penghalang kesepakatan untuk mengurangi dampak pemanasan global. Gempa, tsunami, kelaparan, mengunjungi semua pojokan bumi.
Di negeri ini serupa. Banyak pemilihan kepala daerah berakhir rusuh. Kekerasan di kalangan remaja amat mengkhawatirkan. Di Bali, kadang kekerasan muncul bahkan ketika upacara dilaksanakan.
Membaca tanda-tanda seperti ini, ada yang mengeluh, bila demikian bukankah hidup manusia sama dengan neraka? Entahlah, yang jelas wajah kehidupan yang terlihat tergantung pada siapa diri kita di dalam. Bila di dalamnya cinta, manusia berjumpa cinta di mana-mana. Jika di dalamnya kebencian, manusia menemukan kebencian di mana-mana.
Membangun rumah cinta
Dilihat dari segi bahan, manusia berbahankan cinta. 0rang tua berpelukan penuh cinta ketika manusia dibikin. Disusui Ibu penuh dengan pelukan cinta. Banyak ayah yang tidak jadi memasukkan makanan ke mulut, hanya karena mau berbagi cinta dengan anak. Makanan dan minuman manusia datang dari alam yang berlimpah cinta. Ada yang mengandaikan kehidupan sebagai hujan cinta yang tidak pernah berhenti. Cuman sebagian memayungi dirinya dengan keangkuhan, sehingga badannya kering dari hujan cinta. Dengah bahan seperti itu, bila outputnya kebencian, mungkin kita perlu merenungkan prosesnya.
Perilaku kehidupan serupa matahari. Bila sudah waktunya terbit, ia terbit. Jika saatnya terbenam, ia terbenam. Dan di dalam pikiran yang dipenuhi rasa cinta, matahari akan disebut menerangi, memberi energi. Dalam pikiran yang penuh keluhan, ia diberi judul panas, sumber kekeringan, awal paceklik.
Berdiri di atas kesadaran seperti inilah kemudian banyak guru sepakat, fondasi awal membangun rumah cinta adalah pikiran yang terawasi secara rapi. Ketika senang diawasi, tatkala sedih juga diawasi. Persoalan dengan banyak manusia, terlalu melekat dengan hal-hal yang menyenangkan, menolak yang menjengkelkan, bosan dengan hal-hal biasa. Karena yang menyenangkan berpasangan dengan hal-hal yang menjengkelkan (seperti malam berpasangan dengan siang), maka berputarlah kehidupan dalam siklus tanpa akhir: senang, sedih, bosan dan seterusnya. Inilah awal dari banyak kelelahan emosi.
Sadar dengan akibat kelelahan inilah, kemudian sejumlah orang mengakhiri siklus terakhir hanya dengan mengamatinya. Being a compassionate witness, demikian saran seorang penulis meditasi. Lihat emosi dan pikiran yang naik turun seperti seorang nenek penuh cinta sedang melihat cucu-cucunya berlari ke sana ke mari. Semuanya sudah, sedang dan akan baik-baik saja. Atau lihat keseharian yang digerakkan senang, sedih, bosan seperti melihat aliran air di sungai. Kesenangan mengalir berlalu, kesedihan mengalir berlalu.
Di atas siklus yang terawasi rapi ini, kemudian dibangun tiang-tiang keseharian yang banyak membantu. ‘Bila tidak bisa membantu cukup jangan menyakiti’, demikian pesan sejuk seorang Lama. Atap rumah cinta kemudian bernama kaya karena rasa berkecukupan. Dalam bahasa seorang bapak yang amat mencintai anaknya: ‘dalam rasa berkecukupanlah letak kekayaan teragung’. Sebagai hasilnya, terbangunlah rumah-rumah cinta yang sejuk dan teduh.
Agar rumahnya tidak pengap, ia memerlukan pintu dan jendela. Pintunya bernama deep listening. Jendelanya berupa loving speech. Sebagaimana sudah menjadi rahasia banyak terapis, kesediaan untuk mendengarkan adalah sebuah penyegar banyak kepengapan jiwa di zaman ini. Tidak sedikit pasien yang sudah mendapatkan sebagian penyembuhan hanya dengan didengarkan. Dan bila harus berbicara, berbicaralah dengan bahasa-bahasa cinta.
Seorang sahabat dengan kata-kata yang berkarisma, pernah ditanya kenapa kata-katanya demikian berkarisma. Dengan tangkas ia menjawab, gunakan kata-kata hanya untuk membantu bukan untuk menyakiti. Kombinasi antara kesediaan mendengar dengan kata-kata yang penuh cinta inilah yang membuat rumah cinta dipenuhi udara segar.
Meminjam hasil kontemplasi orang suci, bila ada waktu merenung renungkanlah kekurangan-kekurangan Anda. Jika ada waktu berbicara bicarakanlah kelebihan-kelebihan orang lain. Mendengar penjelasan seperti ini, ada yang bertanya, kalau demikian apa itu cinta?. The Book of Mirdad menulis: ‘cintamu adalah dirimu yang sesungguhnya’. Dengan kata lain, di luar cinta adalah kepalsuan-kepalsuan. Laksanakan cinta, kemudian lihat bagaimana ia membuka keindahan dirinya. Kata-kata hanya penghalang pemahaman
Rabu, 24 Juni 2009
Cinta Membuat Kita Bersayap
Penulis: Gede Prama
Entah dari mana datangnya kekuatan, setelah belajar jauh ke
negeri orang bertahun-tahun, membaca ribuan buku, majalah,
koran, mengumpulkan pengetahuan lewat internet, dicerahkan
oleh pergaulan yang demikian luas, diperkaya oleh film yang sempat
saya tonton, namun bolak-balik saya didamparkan pada puncak
ide yang bernama cinta. Mirip dengan guru Aikido yang bernama
Morihei Ueshiba, yang menyebut hanya ada satu puncak yaitu
cinta, perjalanan ide saya juga demikian. Dari bacaan, pergaulan,
maupun tontotan, semuanya berujung pada lorong yang bernama
cinta.
Demikian juga ketika saya bersama anak-anak menonton film The
Theory of Conspiracy di HBO suatu malam pertangahan Maret
2000. Film inspiratif yang dibintangi Mel Gibson dan Julia Roberts
ini, memang dilatarbelakangi oleh dunia intelejen yang penuh
teka-teki, menantang dan kadang kejam. Mel Gibson dan Julia
Roberts memang bermain mengagumkan. Namun, yang lebih
mengagumkan adalah cerita film ini. Untuk tujuan kekuasaan
yang penuh kekejaman, kerakusan dan keserakahan, Mel
Gibson memorinya diacak-acak dan dihancurkan. Kemudian,
diformat ulang agar ia menjadi seorang pembunuh yang berdarah
dingin. Yang diharapkan bisa membunuh seorang hakim yang
membongkar kasus lama.
Akan tetapi, begitu Mel Gibson siap membunuh sang hakim, ia
melihat cinta seorang hakim terhadap puterinya (Julia Roberts)
yang menawan.Entah cinta sang hakim pada puterinya, atau cinta
seorang pria kepada seorang wanita, yang jelas seluruh energi
cinta ini menghentikan energi membunuh Mel Gibson yang penuh
dengan format penguasa.
Merasa takut dan tidak puas dengan hasil format terhadap Mel
Gibson, ia pun dikejar dan disiksa. Bahkan sampai mengerahkan
seluruh komponen aparat keamanan. Sekali lagi, ia selamat berkat
sayap yang bernama cinta. Di akhir cerita, secara amat romantis Mel
Gibson bertutur apik : love gives us wing.
Kalimat apik terakhir ini mengingatkan saya pada sejumlah
pengalaman berat. Dalam presentasi di depan petinggi-petinggi
Citibank Indonesia dari country manager sampai dengan semua
vice president saya bertemu dengan banyak sekali orang pintar
dengan jam terbang yang mengagumkan. Demikian juga ketika
diajak keliling Indonesia oleh Tupper Ware. Saya bertemu dengan
banyak manusia yang amat beragam. Hal yang sama juga
terjadi, ketika melakoni diri menjadi konsultan yang harus
berhadapan dengan pengusaha-pengusaha sukses yang kaya
raya. Ada yang sombong, merendahkan, menghina sampai dengan
kagum penuh pujian.
Akan tetapi, dengan modal sayap yang bernama cinta, semua itu
lewat tanpa halangan yang menakutkan. Seorang peserta
lokakarya yang amat sarkastis di awal, di akhir malah memeluk
saya sambil memberikan hadiah sepasang sepatu mahal. Kerap
saya ragu dan bingung, tanpa usaha yang terlalu keras,
bagaimana orang yang demikian bermusuhan awalnya menjadi
demikian bersahabat. Dalam politik perkantoran juga sama. Kepala
saya pernah diinjak dan dikencingin orang lain. Bahkan ada yang
melakukannya di depan umum. Entah dari mana datangnya
kekuatan, orang-orang seperti ini belakangan tidak sedikit yang
menaruh hormat yang tinggi.
Dan setelah mendengar pesan Mel Gibson bahwa love gives us
wing, saya baru saja sadar. Bahwa cinta bisa membuat kita
bersayap. Untuk kemudian, terbang tinggi-tinggi dalam kehidupan.
Tidak hanya tinggi dalam prestasi materi, tetapi juga tinggi dalam
prestasi spiritual. Lebih dari itu, sebagaimana burung yang
bersayap, tubuh dan jiwa ini juga menikmati kebebasan yang
demikian mengagumkan. Imajinasi, inovasi, inspirasi datang demikian
mudahnya dalam kehidupan yang bersayapkan cinta.
Coba perhatikan lirik lagu Boyzone yang berjudul Every Day I Love
You, It's a touch when I feel bad, It's a smile when I get mad.
Cinta memang bisa demikian memabukkan kalau tidak dibingkai
dengan kedewasaan dan kearifan. Namun begitu ia berada
dalam bingkai kedewasaan dan kearifan, ia berfungsi persis seperti
sayap besar dan tangguh. Dan siap membawa kita kemana saja kita
pergi dalam kehidupan.
Bercermin dari filmnya Mel Gibson, pengalaman pribadi saya,
maupun lagunya Boyzone, akan banyak gunanya kalau kita
membanjiri diri kita dengan cinta. Dan ini sebenarnya tidak sulit.
Energi cinta tersedia demikian melimpah di mana-mana. Istri, suami,
anak, orang tua, tetangga, alam semesta, Tuhan adalah
sumber dan sekaligus tempat penyaluran cinta. Kita bisa
melakukannya kapan saja dan di mana saja baik dengan biaya
mahal maupun murah.
Saya menyisakan sebagian kecil makanan di pinggir piring setiap
kali makan, meletakkan segenggam nasi di pinggir taman rumah
agar dimakan oleh burung-burung gereja yang datang setiap pagi,
meletakkan daun talas di kolam ikan agar ikan makan dengan lahap,
membagi sebagian kecil rejeki ke orang-orang bawah yang
memerlukan, memberi semampu mungkin ke anak, isteri dan orang
tua. Anda saya yakin punya cara yang jauh lebih banyak
dibandingkan dengan saya. Mencintai juga lebih hebat
dibandingkan dengan saya. Namun, jangan pernah lupa, cinta
membuat kita bersayap. Dan kemudian membuat tubuh dan jiwa
ini terbang demikian enteng dan ringan. Seperti Mel Gibson yang
mengalahkan format teknologi yang demikian mengagumkan namun
kejam.
LOVE - LOVE ME DO AND LOVE - LOVE YOU DO..........................
Penulis: Gede Prama
Entah dari mana datangnya kekuatan, setelah belajar jauh ke
negeri orang bertahun-tahun, membaca ribuan buku, majalah,
koran, mengumpulkan pengetahuan lewat internet, dicerahkan
oleh pergaulan yang demikian luas, diperkaya oleh film yang sempat
saya tonton, namun bolak-balik saya didamparkan pada puncak
ide yang bernama cinta. Mirip dengan guru Aikido yang bernama
Morihei Ueshiba, yang menyebut hanya ada satu puncak yaitu
cinta, perjalanan ide saya juga demikian. Dari bacaan, pergaulan,
maupun tontotan, semuanya berujung pada lorong yang bernama
cinta.
Demikian juga ketika saya bersama anak-anak menonton film The
Theory of Conspiracy di HBO suatu malam pertangahan Maret
2000. Film inspiratif yang dibintangi Mel Gibson dan Julia Roberts
ini, memang dilatarbelakangi oleh dunia intelejen yang penuh
teka-teki, menantang dan kadang kejam. Mel Gibson dan Julia
Roberts memang bermain mengagumkan. Namun, yang lebih
mengagumkan adalah cerita film ini. Untuk tujuan kekuasaan
yang penuh kekejaman, kerakusan dan keserakahan, Mel
Gibson memorinya diacak-acak dan dihancurkan. Kemudian,
diformat ulang agar ia menjadi seorang pembunuh yang berdarah
dingin. Yang diharapkan bisa membunuh seorang hakim yang
membongkar kasus lama.
Akan tetapi, begitu Mel Gibson siap membunuh sang hakim, ia
melihat cinta seorang hakim terhadap puterinya (Julia Roberts)
yang menawan.Entah cinta sang hakim pada puterinya, atau cinta
seorang pria kepada seorang wanita, yang jelas seluruh energi
cinta ini menghentikan energi membunuh Mel Gibson yang penuh
dengan format penguasa.
Merasa takut dan tidak puas dengan hasil format terhadap Mel
Gibson, ia pun dikejar dan disiksa. Bahkan sampai mengerahkan
seluruh komponen aparat keamanan. Sekali lagi, ia selamat berkat
sayap yang bernama cinta. Di akhir cerita, secara amat romantis Mel
Gibson bertutur apik : love gives us wing.
Kalimat apik terakhir ini mengingatkan saya pada sejumlah
pengalaman berat. Dalam presentasi di depan petinggi-petinggi
Citibank Indonesia dari country manager sampai dengan semua
vice president saya bertemu dengan banyak sekali orang pintar
dengan jam terbang yang mengagumkan. Demikian juga ketika
diajak keliling Indonesia oleh Tupper Ware. Saya bertemu dengan
banyak manusia yang amat beragam. Hal yang sama juga
terjadi, ketika melakoni diri menjadi konsultan yang harus
berhadapan dengan pengusaha-pengusaha sukses yang kaya
raya. Ada yang sombong, merendahkan, menghina sampai dengan
kagum penuh pujian.
Akan tetapi, dengan modal sayap yang bernama cinta, semua itu
lewat tanpa halangan yang menakutkan. Seorang peserta
lokakarya yang amat sarkastis di awal, di akhir malah memeluk
saya sambil memberikan hadiah sepasang sepatu mahal. Kerap
saya ragu dan bingung, tanpa usaha yang terlalu keras,
bagaimana orang yang demikian bermusuhan awalnya menjadi
demikian bersahabat. Dalam politik perkantoran juga sama. Kepala
saya pernah diinjak dan dikencingin orang lain. Bahkan ada yang
melakukannya di depan umum. Entah dari mana datangnya
kekuatan, orang-orang seperti ini belakangan tidak sedikit yang
menaruh hormat yang tinggi.
Dan setelah mendengar pesan Mel Gibson bahwa love gives us
wing, saya baru saja sadar. Bahwa cinta bisa membuat kita
bersayap. Untuk kemudian, terbang tinggi-tinggi dalam kehidupan.
Tidak hanya tinggi dalam prestasi materi, tetapi juga tinggi dalam
prestasi spiritual. Lebih dari itu, sebagaimana burung yang
bersayap, tubuh dan jiwa ini juga menikmati kebebasan yang
demikian mengagumkan. Imajinasi, inovasi, inspirasi datang demikian
mudahnya dalam kehidupan yang bersayapkan cinta.
Coba perhatikan lirik lagu Boyzone yang berjudul Every Day I Love
You, It's a touch when I feel bad, It's a smile when I get mad.
Cinta memang bisa demikian memabukkan kalau tidak dibingkai
dengan kedewasaan dan kearifan. Namun begitu ia berada
dalam bingkai kedewasaan dan kearifan, ia berfungsi persis seperti
sayap besar dan tangguh. Dan siap membawa kita kemana saja kita
pergi dalam kehidupan.
Bercermin dari filmnya Mel Gibson, pengalaman pribadi saya,
maupun lagunya Boyzone, akan banyak gunanya kalau kita
membanjiri diri kita dengan cinta. Dan ini sebenarnya tidak sulit.
Energi cinta tersedia demikian melimpah di mana-mana. Istri, suami,
anak, orang tua, tetangga, alam semesta, Tuhan adalah
sumber dan sekaligus tempat penyaluran cinta. Kita bisa
melakukannya kapan saja dan di mana saja baik dengan biaya
mahal maupun murah.
Saya menyisakan sebagian kecil makanan di pinggir piring setiap
kali makan, meletakkan segenggam nasi di pinggir taman rumah
agar dimakan oleh burung-burung gereja yang datang setiap pagi,
meletakkan daun talas di kolam ikan agar ikan makan dengan lahap,
membagi sebagian kecil rejeki ke orang-orang bawah yang
memerlukan, memberi semampu mungkin ke anak, isteri dan orang
tua. Anda saya yakin punya cara yang jauh lebih banyak
dibandingkan dengan saya. Mencintai juga lebih hebat
dibandingkan dengan saya. Namun, jangan pernah lupa, cinta
membuat kita bersayap. Dan kemudian membuat tubuh dan jiwa
ini terbang demikian enteng dan ringan. Seperti Mel Gibson yang
mengalahkan format teknologi yang demikian mengagumkan namun
kejam.
LOVE - LOVE ME DO AND LOVE - LOVE YOU DO..........................
Kamis, 14 Mei 2009
Tetap Tersenyum Memandang Langit
Tetap Tersenyum Memandang Langit
Written by : Ruli Amirullah
Sore itu aku bergegas melangkahkan kaki menuju lobby Menara 165. Sedikit terlambat memang dari kesepakatan awal untuk bertemu dengan seorang Bunda. Syukurlah kini telah ada teknologi HP, jadi aku bisa selalu memberitahu posisi. Setelah beberapa saat menyusuri jalan dari gerbang terluar, akhirnya tiba juga didepan pintu lobby. Sejuknya AC segera menyapa tubuh ketika aku masuk ke dalam ruangan. Tak butuh waktu lama untuk melihat Bunda yang sedang duduk menunggu. Kamipun terlibat pembicaraan selama beberapa saat. Hingga akhirnya sebelum pulang, ia mengucapkan beberapa kata yang cukup membuat aku tertegun..
“Rul, ngapain kita kalo berdoa minta macem-macem? Cukup satu aja, maka kamu akan dapet semuanya… mau tau?” tanyanya
“Apa itu Bunda?”
“Minta aja ama Allah, supaya kita diberikan hati yang selalu bisa bersyukur…”
“Bersyukur Bunda?”
“Iya, karena dengan selalu bersyukur, kejadian apapun yang kita alami, kita akan tetap bisa mensyukurinya, dan akhirnya kitapun bisa melihat hikmah dibalik semuanya..”
***
Assalamualaikum Wrwb...
Dear all,
Sebenarnya kalimat tersebut pasti sudah sering kita dengar dari banyak orang -- Selalu beryukur -- Tapi entah kenapa sore itu saya benar-benar menikmati saat kalimat itu masuk kedalam diri saya.. Mungkin memang jiwa saya yang sedang gelisah. Jadi pesan dari Bunda tersebut benar-benar meresap ke relung hati saya. Seperti padang pasir yang begitu menikmati tetesan air hujan…
Bersyukur memang bukan sekedar terucap Alhamdulillah…
Tapi benar-benar mensyukuri segala hal yang kita hadapi. Entah itu tawa atau tangis, mendapat atau kehilangan, bertambah atau berkurang. Semua kita yakini, bahwa hal itu terjadi atas karena kasih sayangNya. Dengan adanya keyakinan itu, maka hidup kita akan penuh dengan kebahagiaan. .
Kebahagiaan yang sejati hakikatnya adalah sejauh mana kita bisa meyakini akan Allah Yang Maha Segalanya. Semakin kita yakin, maka semakin kita menggantungkan hanya padaNya, dan itu berarti semakin pula kita menjadi pribadi tangguh, dan semakin kita menjadi tangguh, semakin pula kebahagiaan kita tak mudah terusik oleh segala hal duniawi yang bersifat semu dan sementara, tidak mudah stress, tidak mudah terguncang..
Dengan keyakinan di hati, dengan rasa syukur yang selalu menyertai langkah kita, maka kita bisa menjadi mahluk yang tak mudah putus asa. Terus bergerak walau rintangan menghadang. Terus memberi walau yang diberi mungkin tak pernah membalasnya. Terus tersenyum memandang langit, seberat apapun penderitaan yang kita hadapi. Karena kita mampu melihat ada apa dibalik semua kejadian itu, hikmah yang menyertainya. .. dan juga karena kita yakin, Allah Yang Maha Penyayang akan selalu memberikan yang terbaik pada kita. Memberi kebahagiaan yang sejati dan abadi….
Hidup dengan keyakinan dan rasa syukur… sound great!
Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat kepadamu , dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari -Ku.
( QS Al Baqarah : 152 )
Thanks bu udin atas kiriman nya...
Had become one of my inspiration
Written by : Ruli Amirullah
Sore itu aku bergegas melangkahkan kaki menuju lobby Menara 165. Sedikit terlambat memang dari kesepakatan awal untuk bertemu dengan seorang Bunda. Syukurlah kini telah ada teknologi HP, jadi aku bisa selalu memberitahu posisi. Setelah beberapa saat menyusuri jalan dari gerbang terluar, akhirnya tiba juga didepan pintu lobby. Sejuknya AC segera menyapa tubuh ketika aku masuk ke dalam ruangan. Tak butuh waktu lama untuk melihat Bunda yang sedang duduk menunggu. Kamipun terlibat pembicaraan selama beberapa saat. Hingga akhirnya sebelum pulang, ia mengucapkan beberapa kata yang cukup membuat aku tertegun..
“Rul, ngapain kita kalo berdoa minta macem-macem? Cukup satu aja, maka kamu akan dapet semuanya… mau tau?” tanyanya
“Apa itu Bunda?”
“Minta aja ama Allah, supaya kita diberikan hati yang selalu bisa bersyukur…”
“Bersyukur Bunda?”
“Iya, karena dengan selalu bersyukur, kejadian apapun yang kita alami, kita akan tetap bisa mensyukurinya, dan akhirnya kitapun bisa melihat hikmah dibalik semuanya..”
***
Assalamualaikum Wrwb...
Dear all,
Sebenarnya kalimat tersebut pasti sudah sering kita dengar dari banyak orang -- Selalu beryukur -- Tapi entah kenapa sore itu saya benar-benar menikmati saat kalimat itu masuk kedalam diri saya.. Mungkin memang jiwa saya yang sedang gelisah. Jadi pesan dari Bunda tersebut benar-benar meresap ke relung hati saya. Seperti padang pasir yang begitu menikmati tetesan air hujan…
Bersyukur memang bukan sekedar terucap Alhamdulillah…
Tapi benar-benar mensyukuri segala hal yang kita hadapi. Entah itu tawa atau tangis, mendapat atau kehilangan, bertambah atau berkurang. Semua kita yakini, bahwa hal itu terjadi atas karena kasih sayangNya. Dengan adanya keyakinan itu, maka hidup kita akan penuh dengan kebahagiaan. .
Kebahagiaan yang sejati hakikatnya adalah sejauh mana kita bisa meyakini akan Allah Yang Maha Segalanya. Semakin kita yakin, maka semakin kita menggantungkan hanya padaNya, dan itu berarti semakin pula kita menjadi pribadi tangguh, dan semakin kita menjadi tangguh, semakin pula kebahagiaan kita tak mudah terusik oleh segala hal duniawi yang bersifat semu dan sementara, tidak mudah stress, tidak mudah terguncang..
Dengan keyakinan di hati, dengan rasa syukur yang selalu menyertai langkah kita, maka kita bisa menjadi mahluk yang tak mudah putus asa. Terus bergerak walau rintangan menghadang. Terus memberi walau yang diberi mungkin tak pernah membalasnya. Terus tersenyum memandang langit, seberat apapun penderitaan yang kita hadapi. Karena kita mampu melihat ada apa dibalik semua kejadian itu, hikmah yang menyertainya. .. dan juga karena kita yakin, Allah Yang Maha Penyayang akan selalu memberikan yang terbaik pada kita. Memberi kebahagiaan yang sejati dan abadi….
Hidup dengan keyakinan dan rasa syukur… sound great!
Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat kepadamu , dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari -Ku.
( QS Al Baqarah : 152 )
Thanks bu udin atas kiriman nya...
Had become one of my inspiration
Jumat, 08 Mei 2009
Apakah hidup itu indah by Fikri Rasyid
Ada seorang teman yang bertanya pada saya,
” Kenapa semua motivator bilang life is wonderfull?”
“karena hidup memang begitu adanya. Dunia manusia diciptakan oleh manusia itu sendiri”, jawab saya
“Loh, masalah keluarga kan banyak, ngga semua orangtua utuh, dan banyak orangtua yang memahami peran mereka sebagai orangtua”
ini jawaban saya terhadap pertanyaan ini.
“Life is wonderfull”. Memang begitu adanya.
“Life is sucks” Jika anda memang menginginkan hal itu, ya memang begitu adanya.
“i’m not happy with my life” Anda berkata demikian, itulah adanya.
“i love my life. Life is very amazing!” ya memang demikian adanya.
Apa maknanya?
Saya diingatkan kembali tentang sebuah hikmah oleh karakter master Oogway di KungFu Panda. Sebuah perkataan lama yang sangat bijak.
“Tidak ada berita baik atau berita buruk. Yang ada hanya berita”
apa artinya? yang ada hanyalah berita. Dan anda memiliki hak penuh untuk menentukan berita itu baik atau buruk. namun sayangnya, kebanyakan dari kita tidak menggunakan hak itu dengan baik.
Dan dunia pun begitu. Anda memiliki hak penuh untuk menentukan, apakah dunia yang anda tinggali merupakan dunia yang baik atau dunia yang buruk.
Ketika anda merasakan bahwa hidup ini sangat menyengsarakan, anda melihat orang lain lebih bahagia daripada anda, mereka memiliki apa yang anda tidak miliki, anda merasa bahwa kehidupan ini sungguh tidak adil karena Tuhan tidak memberikan kepada anda apa yang telah Dia berikan untuk yang lain, anda melihat bahwa kehidupan anda sangat bermasalah, segalanya tidak beres, segalanya tidak menyenangkan, hidup terasa sempit dan anda selalu merasa tidak puas dengan apa yang telah anda miliki, ya wajar saja hidup anda merasa hidup ini sungguh menyebalkan.
Namun ketika anda memutuskan untuk bahagia, anda fokus pada kebahagiaan, anda memanggil kebahagiaan dengan cara mensyukuri apa yang anda sudah miliki dan ikhlas pada atas apa yang anda tidak miliki, seketika anda merasakan kebahagiaan yang tidak terlukiskan. entah mengapa anda merasa bahagia. padahal tidak ada yang berubah, bumi tetap berada pada peredarannya, sehari tetap 24 jam, masalah - masalah anda juga tetap ada, tidak ada yang berubah, namun fokus dan keyakinan anda tentang hidup anda rubah. Seketika perasaan anda dan hidup anda akan nyaman sekali. Anda akan tahu, “kebahagiaan” seperti apa yang anda rasakan.
Ini sebuah hal sederhana tentang kehidupan yang mana sebagian orang berfikir terlalu ngejelimet tentang hal ini.
Jika anda menginginkan hidup yang bahagia, bersyukurlah. ikhlas lah.
Jika anda menginginkan hidup yang tidak bahagia, merasa kuranglah.
Kembali kepertanyaan pertama, “mengapa motivator selalu bilang life is wonderfull?”
Karena mereka memutuskan bahwa hidup mereka memang “wonderfull”
Tidak percaya? Silahkan tanya pada motivator yang berkata ” Life is wonderfull”
” Kenapa semua motivator bilang life is wonderfull?”
“karena hidup memang begitu adanya. Dunia manusia diciptakan oleh manusia itu sendiri”, jawab saya
“Loh, masalah keluarga kan banyak, ngga semua orangtua utuh, dan banyak orangtua yang memahami peran mereka sebagai orangtua”
ini jawaban saya terhadap pertanyaan ini.
“Life is wonderfull”. Memang begitu adanya.
“Life is sucks” Jika anda memang menginginkan hal itu, ya memang begitu adanya.
“i’m not happy with my life” Anda berkata demikian, itulah adanya.
“i love my life. Life is very amazing!” ya memang demikian adanya.
Apa maknanya?
Saya diingatkan kembali tentang sebuah hikmah oleh karakter master Oogway di KungFu Panda. Sebuah perkataan lama yang sangat bijak.
“Tidak ada berita baik atau berita buruk. Yang ada hanya berita”
apa artinya? yang ada hanyalah berita. Dan anda memiliki hak penuh untuk menentukan berita itu baik atau buruk. namun sayangnya, kebanyakan dari kita tidak menggunakan hak itu dengan baik.
Dan dunia pun begitu. Anda memiliki hak penuh untuk menentukan, apakah dunia yang anda tinggali merupakan dunia yang baik atau dunia yang buruk.
Ketika anda merasakan bahwa hidup ini sangat menyengsarakan, anda melihat orang lain lebih bahagia daripada anda, mereka memiliki apa yang anda tidak miliki, anda merasa bahwa kehidupan ini sungguh tidak adil karena Tuhan tidak memberikan kepada anda apa yang telah Dia berikan untuk yang lain, anda melihat bahwa kehidupan anda sangat bermasalah, segalanya tidak beres, segalanya tidak menyenangkan, hidup terasa sempit dan anda selalu merasa tidak puas dengan apa yang telah anda miliki, ya wajar saja hidup anda merasa hidup ini sungguh menyebalkan.
Namun ketika anda memutuskan untuk bahagia, anda fokus pada kebahagiaan, anda memanggil kebahagiaan dengan cara mensyukuri apa yang anda sudah miliki dan ikhlas pada atas apa yang anda tidak miliki, seketika anda merasakan kebahagiaan yang tidak terlukiskan. entah mengapa anda merasa bahagia. padahal tidak ada yang berubah, bumi tetap berada pada peredarannya, sehari tetap 24 jam, masalah - masalah anda juga tetap ada, tidak ada yang berubah, namun fokus dan keyakinan anda tentang hidup anda rubah. Seketika perasaan anda dan hidup anda akan nyaman sekali. Anda akan tahu, “kebahagiaan” seperti apa yang anda rasakan.
Ini sebuah hal sederhana tentang kehidupan yang mana sebagian orang berfikir terlalu ngejelimet tentang hal ini.
Jika anda menginginkan hidup yang bahagia, bersyukurlah. ikhlas lah.
Jika anda menginginkan hidup yang tidak bahagia, merasa kuranglah.
Kembali kepertanyaan pertama, “mengapa motivator selalu bilang life is wonderfull?”
Karena mereka memutuskan bahwa hidup mereka memang “wonderfull”
Tidak percaya? Silahkan tanya pada motivator yang berkata ” Life is wonderfull”
Jikalau Kesulitan.......
saya dpt ini dr salah satu teman saya lupa...tp terima kasih teman
Jikalau Kesulitan.......
Kadang dalam kesulitan kita tidak pernah sadar bahwa banyak hikmah di dalam kesulitan tersebut.. Pada saat kita merasa kehilangan kebahagian kita selalu berpikiran ini adalah akhir segalanya ....
Berikut firman Allah, hadist ataupun quote yg Insya Allah mampu membangkitkan semangat kembali ..
"Hendaknya kita menyedari bahawa musibah yang menimpa kita bukanlah untuk memusnahkan kita, sesungguhnya kehadiran musibah tersebut hanyalah untuk menguji sampai dimana kesabaran kita" (Ibnu Qayyim)
"Kegembiraan adalah suatu yg dipinjamkan, Dan kesedihan adalah penghapus, Sedang kemarahan adalah bunga api, Sedang ibadah adalah perniagaan Yang menguntungkan "
"Minta tolonglah kepada Allah dan janganlah menjadi lemah. Jika engkau ditimpa sesuatu maka janganlah mengatakan: 'Seandainya aku mengerjakan begini maka akan menjadi begitu!'. Tetapi katakanlah: 'itu semua adalah takdir Allah, apa yang dikehendaki-Nya dikerjakan-Nya'. Sebab kalimat 'Seandainya...'itu akan membuka pintu buat setan".(Al-Hadits)
"Ketahuilah bahwa sabar, jika dipandang dalam permasalahan seseorang adalah ibarat kepala dari suatu tubuh. Jika kepalanya hilang maka keseluruhan tubuh itu akan membusuk. Sama halnya, jika kesabaran hilang, maka seluruh permasalahan akan rusak".(Ali bin Abi Thalib)
"Ketika satu pintu kebahagiaan tertutup, pintu kebahagiaan yg lain akan terbuka. tetapi acapkali kita hanya terpaku terutama pada pintu yg tertutup sehingga kita tidak melihat pintu lain yg dibukakan untuk kita".(Anonymous)
"Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya..". (Al Baqarah - 286)
Tetap semangat ...Life isn't end in here .....!!!!
Jikalau Kesulitan.......
Kadang dalam kesulitan kita tidak pernah sadar bahwa banyak hikmah di dalam kesulitan tersebut.. Pada saat kita merasa kehilangan kebahagian kita selalu berpikiran ini adalah akhir segalanya ....
Berikut firman Allah, hadist ataupun quote yg Insya Allah mampu membangkitkan semangat kembali ..
"Hendaknya kita menyedari bahawa musibah yang menimpa kita bukanlah untuk memusnahkan kita, sesungguhnya kehadiran musibah tersebut hanyalah untuk menguji sampai dimana kesabaran kita" (Ibnu Qayyim)
"Kegembiraan adalah suatu yg dipinjamkan, Dan kesedihan adalah penghapus, Sedang kemarahan adalah bunga api, Sedang ibadah adalah perniagaan Yang menguntungkan "
"Minta tolonglah kepada Allah dan janganlah menjadi lemah. Jika engkau ditimpa sesuatu maka janganlah mengatakan: 'Seandainya aku mengerjakan begini maka akan menjadi begitu!'. Tetapi katakanlah: 'itu semua adalah takdir Allah, apa yang dikehendaki-Nya dikerjakan-Nya'. Sebab kalimat 'Seandainya...'itu akan membuka pintu buat setan".(Al-Hadits)
"Ketahuilah bahwa sabar, jika dipandang dalam permasalahan seseorang adalah ibarat kepala dari suatu tubuh. Jika kepalanya hilang maka keseluruhan tubuh itu akan membusuk. Sama halnya, jika kesabaran hilang, maka seluruh permasalahan akan rusak".(Ali bin Abi Thalib)
"Ketika satu pintu kebahagiaan tertutup, pintu kebahagiaan yg lain akan terbuka. tetapi acapkali kita hanya terpaku terutama pada pintu yg tertutup sehingga kita tidak melihat pintu lain yg dibukakan untuk kita".(Anonymous)
"Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya..". (Al Baqarah - 286)
Tetap semangat ...Life isn't end in here .....!!!!
Rabu, 06 Mei 2009
Dan Aku Mencintaimu karena ALLAH
Sebuah pencerahan dari teman yang masih peduli :) just ask yourself is it true .......
Cinta itu adalah ketika timbul perasaan aneh disekujur tubuhmu baik ketika kau melihatnya, mendengarnya, ataupun ketika kau merasakan kehadirannya di dekatnya. Adakalanya kau selalu ingin dekat dengannya, namun yakinlah, bahwa jarak yang jauh terkadang justru mampu mendekatkan hati kalian. Dan juga sebaliknya, kedekatan tanpa ikatan pernikahan seringkali merenggangkan hati kalian.
Cinta itu tumbuh secara tak terduga. Terkadang kau berpikir bahwa kau LEBIH BAIK mencintai orang tersebut. Namun ketika HATImu menolaknya kau tak akan mampu berbuat apa-apa. Biarlah perlahan-lahan hatimu, bersama dengan masa yang akan menghapusnya dari pikiranmu.
Namun ketika HATImu membenarkan kau justru akan dibuat kebingungan karenanya. Kau justru akan berpikir ulang sebelum kau benar-benar yakin bahwa dialah cintamu yg sebenarnya.
Cinta karena Allah adalah ketika kau mengerti, tak hanya kelebihan dari orang itu yang kau lihat, namun juga MEMAHAMI dan MENERIMA kekurangan-kekurangan yang dimilikinya. Sungguh pun kau baru boleh mengatakan bahwa "aku mencintainya" setelah kau benar-benar mengenalnya dgn sebenar-benarnya, yaitu baik dan buruknya.
Cinta karena Allah itu tidak akan pernah sebatas pada penampilan dan kecantikan. Adakalanya kau akan lebih mencintai sebongkah arang hitam daripada sebutir intan yang berkilauan. Karena sesungguhnya kau sadar bahwa kau membutuhkan sebuah kehangatan yang mampu mengusir rasa dingin dari jiwamu. Lebih daripada sekedar keindahan yang ternyata membuatmu beku kedinginan.
Cinta karena Allah itu TIDAK akan tumbuh dari kecantikan seseorang. Namun KECANTIKAN seseorang justru akan tampak ketika kau mencintainya. Adalah bagaimana kau bisa mencintainya karena akhlak dan agamanya, bukan pada rupa, harta, ataupun nasabnya. karena dengan inilah kau bisa menepis kefakiran, kehinaan, ketidak bahagiaaan, dan kemudian menggantinya dengan kemuliaan yang diridhoi oleh Allah SWT.
Cinta karena Allah akan membuatmu merasa tidak perlu memiliki meskipun dalam hatimu kau sangat ingin. Adalah bagaimana kau bisa ikhlas ketika dia ternyata lebih mencintai orang lain dan bahkan kau pun bisa berdoa agar mereka bisa berbahagia.
Cinta karena Allah tidak akan menggiringmu pada jurang kemaksiatan. Ketika kau melihat dia dan mencintainya, hal itu akan membuatmu semakin berbenah diri, kau menjadi mampu melihat kekurangan-kekurangan dirimu untuk kemudian memperbaikinya.
Cinta Karena Allah tidak akan membuatmu berpikir sempit, justru kau akan berpikir lebih jauh ke depan, lebih matang, lebih dewasa, dan ke arah yang lebih serius…!! Kau tidak akan berpikir dan membayangkan apabila kalian sudah pacaran, namun kau sudah berpikir ke arah pernikahan. Karena kau sadar bahwa ia jauh lebih kokoh, suci, berarti dan bermakna di hadapan Allah daripada sekeedar pacaran.
Cinta karena Allah terkadang tak tumbuh dengan sendirinya. Kita seperti layaknya diberi biji untuk ditanam. Lalu ia tergantung pada bagaimana kita merawatnya. Jika kita baik, maka baik pulalah perasaan itu, dan juga sebaliknya. Terkadang pula bisa jadi ia tumbuh dengan sendirinya. Ada saat dimana kau terkadang ingin membunuh saja perasaan tersebut namun entah mengapa kau tak berdaya. Karena sebenarnya bukanlah kita yang menumbuhkan perasaan cinta tersebut, namun Rabb yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang lah yang berkehendak atas segala perasaan itu.
Cinta karena Allah Bukanlah tentang bagaimana kalian saling memandang, namun bagaimana tentang kalian melihat ke arah yang sama, dan berjalan ke arah yang sama. Kalian sadar bahwa kalian tidak akan mampu menghadapi perjalanan tersebut sendirian melainkan kau butuh seseorang untuk berjalan disisimu, yang saling membantu, saling meringankan, dan saling mengarahkan dalam perjalanan menggapai Ridha-Nya
Cinta karena Allah tidaklah selalu membutuhkan beragam kesamaan diantara kalian. Namun yang terpenting adalah kesamaan prinsip dan tujuan, yaitu menggapai ridha Allah SWT. dalam dirimu kau pun ingin agar kau merasa layak untuk mencintai dan dicintai olehnya.
Cinta itu adalah ketika timbul perasaan aneh disekujur tubuhmu baik ketika kau melihatnya, mendengarnya, ataupun ketika kau merasakan kehadirannya di dekatnya. Adakalanya kau selalu ingin dekat dengannya, namun yakinlah, bahwa jarak yang jauh terkadang justru mampu mendekatkan hati kalian. Dan juga sebaliknya, kedekatan tanpa ikatan pernikahan seringkali merenggangkan hati kalian.
Cinta itu tumbuh secara tak terduga. Terkadang kau berpikir bahwa kau LEBIH BAIK mencintai orang tersebut. Namun ketika HATImu menolaknya kau tak akan mampu berbuat apa-apa. Biarlah perlahan-lahan hatimu, bersama dengan masa yang akan menghapusnya dari pikiranmu.
Namun ketika HATImu membenarkan kau justru akan dibuat kebingungan karenanya. Kau justru akan berpikir ulang sebelum kau benar-benar yakin bahwa dialah cintamu yg sebenarnya.
Cinta karena Allah adalah ketika kau mengerti, tak hanya kelebihan dari orang itu yang kau lihat, namun juga MEMAHAMI dan MENERIMA kekurangan-kekurangan yang dimilikinya. Sungguh pun kau baru boleh mengatakan bahwa "aku mencintainya" setelah kau benar-benar mengenalnya dgn sebenar-benarnya, yaitu baik dan buruknya.
Cinta karena Allah itu tidak akan pernah sebatas pada penampilan dan kecantikan. Adakalanya kau akan lebih mencintai sebongkah arang hitam daripada sebutir intan yang berkilauan. Karena sesungguhnya kau sadar bahwa kau membutuhkan sebuah kehangatan yang mampu mengusir rasa dingin dari jiwamu. Lebih daripada sekedar keindahan yang ternyata membuatmu beku kedinginan.
Cinta karena Allah itu TIDAK akan tumbuh dari kecantikan seseorang. Namun KECANTIKAN seseorang justru akan tampak ketika kau mencintainya. Adalah bagaimana kau bisa mencintainya karena akhlak dan agamanya, bukan pada rupa, harta, ataupun nasabnya. karena dengan inilah kau bisa menepis kefakiran, kehinaan, ketidak bahagiaaan, dan kemudian menggantinya dengan kemuliaan yang diridhoi oleh Allah SWT.
Cinta karena Allah akan membuatmu merasa tidak perlu memiliki meskipun dalam hatimu kau sangat ingin. Adalah bagaimana kau bisa ikhlas ketika dia ternyata lebih mencintai orang lain dan bahkan kau pun bisa berdoa agar mereka bisa berbahagia.
Cinta karena Allah tidak akan menggiringmu pada jurang kemaksiatan. Ketika kau melihat dia dan mencintainya, hal itu akan membuatmu semakin berbenah diri, kau menjadi mampu melihat kekurangan-kekurangan dirimu untuk kemudian memperbaikinya.
Cinta Karena Allah tidak akan membuatmu berpikir sempit, justru kau akan berpikir lebih jauh ke depan, lebih matang, lebih dewasa, dan ke arah yang lebih serius…!! Kau tidak akan berpikir dan membayangkan apabila kalian sudah pacaran, namun kau sudah berpikir ke arah pernikahan. Karena kau sadar bahwa ia jauh lebih kokoh, suci, berarti dan bermakna di hadapan Allah daripada sekeedar pacaran.
Cinta karena Allah terkadang tak tumbuh dengan sendirinya. Kita seperti layaknya diberi biji untuk ditanam. Lalu ia tergantung pada bagaimana kita merawatnya. Jika kita baik, maka baik pulalah perasaan itu, dan juga sebaliknya. Terkadang pula bisa jadi ia tumbuh dengan sendirinya. Ada saat dimana kau terkadang ingin membunuh saja perasaan tersebut namun entah mengapa kau tak berdaya. Karena sebenarnya bukanlah kita yang menumbuhkan perasaan cinta tersebut, namun Rabb yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang lah yang berkehendak atas segala perasaan itu.
Cinta karena Allah Bukanlah tentang bagaimana kalian saling memandang, namun bagaimana tentang kalian melihat ke arah yang sama, dan berjalan ke arah yang sama. Kalian sadar bahwa kalian tidak akan mampu menghadapi perjalanan tersebut sendirian melainkan kau butuh seseorang untuk berjalan disisimu, yang saling membantu, saling meringankan, dan saling mengarahkan dalam perjalanan menggapai Ridha-Nya
Cinta karena Allah tidaklah selalu membutuhkan beragam kesamaan diantara kalian. Namun yang terpenting adalah kesamaan prinsip dan tujuan, yaitu menggapai ridha Allah SWT. dalam dirimu kau pun ingin agar kau merasa layak untuk mencintai dan dicintai olehnya.
Langganan:
Postingan (Atom)


